BTS (Bangtan Boys or Beyond The Scene) 안녕하세요: REAKSI PERISIKLIK Pink Hair Girl, Cute

Sabtu, 24 November 2018

REAKSI PERISIKLIK


Reaksi perisiklik adalah reaksi poliena terkonjugasi yang berlangsung dengan mekanisme serempak seperti reaksi SN2 yakni ikatan ikatan lama terputus ketika ikatan baru terbentuk dan semuanya terjadi dalam satu tahapan. Reaksi perisiklik dikarakteristikan oleh suatu keadaan transisi siklik yang melibatkan ikatan ikatan pi.
Klasifikasi : Tiga kelas utama dalam reaksi perisiklik adalah :
1. Sikloadisi
2. Reaksi elektrosiklik
3. Penataan ulang sigmatropik
ORBITAL MOLEKUL POLIENA BERKONJUGASI
Suatu poliena berkonjugasi mengandung 4n atau (4n+2) elektron p dalam sistem berkonjugasi dinama n adalah bilangan bulat. Contoh n = 1 adalah 1,3 butadiena.
 
SIKLOADISI
Reaksi Sikloadisi adalah reaksi dimana dua molekul takjenuh menjalani suatu reaksi adisi untuk menghasilkan produk siklik. Sikloadisi etilena atau dua alkena sederhana disebut sikloadisi [2+2], karena terlibat 2 elektron pi + 2 elektron pi. Diena  mengandung 4 elektron pi  yang digunakan dalam sikloadisi ini, sementara itu dienofilnya mengandung 2 elektron pi (sikloadisi [4+2] termasuk dalam reaksi Diels-Alder). 

ELEKTROSIKLIK
Reaksi Elektrosiklik adalah antar-ubahan (interconversion) serempak dari suatu poliena terkonjugasi dan suatu sikloalkena. Reaksi elektrosiklik merupakan reaksi terimbas termal atau fotokimia.
Produk dari reaksi elektrosiklik bergantung pada kondisi reaksi. (2E ,4Z )-heksadiena bila dipanaskan diperoleh cis-dimetil siklobutena sedangkan bila disinari oleh cahaya ultraviolet terbentuk trans-dimetil siklobutena.
      A.    SIKLISASI SISTEM 4n
Suatu poliena berkonjugasi dapat menghasilkan suatu sikloalkena dengan tumpang-tindih ujung ke ujung dari orbital p-nya dan rehibridisasi secara serempak atom-atom karbon yang terlibat dalam pembentukan ikatan itu. 1,3-butadiena mempunyai 4n elektron p dimana kedua cuping (lobe) dari orbital p dapat bersiaft sefase atau berlawanan.
Untuk membentuk ikatan sigma, ikatan sigma C-C harus berotasi sedemikian rupa sehingga orbital p dapat bertumpang-tindih ujung ke ujung, dengan cara memutuskan ikatan p menggunakan energi panas atau cahaya ultraviolet. Untuk membentuk ikatan sigma sepasang cuping yang bertumpang-tindih harus sefase setelah berotasi.
Ada dua cara agar ikatan-ikatan sigma C-C dapat berotasi untuk mendapatkan posisi yang tepat untuk bertumpangtindah pada orbital p.
  •    Kedua ikatan sigma C-C berotasi dengan arah yang sama disebut gerakan konrotasi (conrotatory motion)
  •     Kedua ikatan sigma C-C dapat berotasi dengan arah yang berlainan disebut gerakan disrotasi (disrotatory motion).
Bila 1,3-butadiena dipanaskan, reaksi terjadi sejak dari keadaan dasar. Elektron yang digunakan untuk membentuk ikatan sigma berada dalam HOMO (p 2), dimana orbitalorbital p berlawanan fase. Agar membentuk ikatan sigma baru rotasi harus berupa konrotasi.
Bila 1,3-butadiena terimbas cahaya, fase-fase orbital p (sekarang p3*) merupakan kebalikan dari fase-fase dalam siklisasi termal, oleh karena itu rotasi terizinkan-simetri berupa disrotasi dan bukan konrotasi.
      B.    STEREOKIMIA SISTEM 4n
Bila (2E, 4Z)-heksadiena dipanaskan akan menghasilkan siklisasi cis-dimetilsiklobutena tetapi bila terimbas cahaya akan menghasilkan fotosiklisasi trans-dimetilsiklobutena.
Gerakan konrotasi diperlukan dalam siklisasi termal untuk membentuk ikatan sigma (hasilnya produk cis) sedangkan gerakan disrotasi diperlukan dalam fotosiklisasi untuk membentuk ikatan sigma (hasilnya produk trans).
      C.    SIKLISASI SISTEM [4n+2]
Senyawa 1,3,5-heksatriena (poliena, 4n+2) dalam HOMO keadaan dasar (p 3), orbital orbital p yang membentuk ikatan sigma dalam siklisasi bersifat sefase. Oleh karena itu siklisasi termal berlangsung dengan gerakan disrotasi.

 


Bila senyawa 1,3,5-heksatriena dipromosikan oleh absorpsi foton, p4* menjadi HOMO dan karena itu orbital-orbital p berlawanan fase sehingga siklisasi terimbas-cahaya berlangsung dengan gerakan konrotasi.

TIPE REAKSI ELEKTROSIKLIK
  

PENATAAN-ULANG SIGMATROPIK
Penataan-ulang Sigmatropik adalah geseran intramolekul serempak suatu atom atau gugus atom. Contohnya:
 

      A.    KLASIFIKASI PENATAAN-ULANG SIGMATROPIK
Penataan-ulang sigmatropik dikelompokkan berdasarkan pada sistem pernomoran rangkap yang merujuk ke posisi-posisi relatif atom yang terlibat dalam perpindahan. Gugus yang berpindah tidak selalu atom pertama yang terikat pada rantai alkenil dalam penataan-ulang sigmatropik. Contoh berikut adalah penataan-ulang sigmatropik [3,3].
 
     B.    MEKANISME PENATAAN-ULANG SIGMATROPIK
Penataan-ulang sigmatropik tipe [1,3] agak jarang sedangkan penataan-ulang sigmatropik tipe [1,5] cukup lazim. Berikut contoh penataan-ulang sigmatropik tipe [1,3] :
 
Ikatan sigma yang menghubungkan gugus pindah ke posisi asalnya mengalami pemaksapisahan (cleavage) homolitik menghasilkan dua radikal bebas.
Produk pemaksapisahan hipotesis berupa sebuah atom hidrogen dan sebuah radikal alil yang mengandung tiga elektron p. Orbital molekul p dari radikal alil dapat dilihat berikut:
 

Sebaliknya penataan-ulang sigmatropik tipe [1,5] sangat lazim terjadi. Sebuah contoh sederhana adalah :


Ikatan sigma yang menghubungkan gugus pindah ke posisi asalnya mengalami pemaksapisahan (cleavage) homolitik menghasilkan dua radikal bebas.




Pertanyaan :
     1. Dalam reaksi Diels-Alder diena terkonjugasi harus berada dalam bentuk s-cis atau s-trans?

     2. Jelaskan 2 tipe rotasi pada reaksi elektrosiklik?
     3. Dalam penataan ulang sigmatropik, kenapa geseran sigmatropik [1,3] jarang terjadi?









Reference

Fessenden, R. J dan J. S. Fessenden. 1982. Organic Chemistry Second Edition. Boston : Willard Grant Press.


 
 

 

 

27 komentar:

  1. 1. Reaksi Diels-Alder hanya dapat berlangsung jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-cis. Reaksi ini melibatkan pemutusan satu ikatan π dari diena dan juga satu ikatan ikatan π dienofil. jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-trans, Ikatan tunggal C-C pada diena s-trans dapat mengalami rotasi dengan bantuan pemanasan, sehingga bentuk konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Namun, Tidak semua diena terkonjugasi dengan konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Pada sikloalkadiena s-trans dengan salah satu ikatan π berada pada suatu cincin, sedangkan satu ikatan π yang lain berada di luar cincin, rotasi ikatan tidak dapat terjadi, sehinga reaksi Diels Alder tidak dapat berlangsung meskipun sudah dibantu dengan pemanasan.
    2. Gerakan konrotasi (conrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C berotasi dengan arah yang sama. Sedangkan gerakan disrotasi (disrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C dapat berotasi dengan arah yang berlainan.
    3. Agar suatu pergeseran sigmatropik [1,3] yang terizinkan simetri berlangsung, gugus berpindah (dalam hal ini H*) harus bergeser dengan proses antarafasial (antara facial process)—yakni, gugus itu harus berpindah ke muka bersebrangan dari sistem orbital. Sementara terizinkan simetri, suatu penataan ulang sigmatropik antarfasial [1,3] dari H tidak disukai secara geometris sehingga pergeseran sigmatropik antarfasial [1,3] tidak mudah terjadi.

    BalasHapus
  2. 1. Reaksi Diels-Alder hanya dapat berlangsung jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-cis. Reaksi ini melibatkan pemutusan satu ikatan π dari diena dan juga satu ikatan ikatan π dienofil. jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-trans, Ikatan tunggal C-C pada diena s-trans dapat mengalami rotasi dengan bantuan pemanasan, sehingga bentuk konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Namun, Tidak semua diena terkonjugasi dengan konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Pada sikloalkadiena s-trans dengan salah satu ikatan π berada pada suatu cincin, sedangkan satu ikatan π yang lain berada di luar cincin, rotasi ikatan tidak dapat terjadi, sehinga reaksi Diels Alder tidak dapat berlangsung meskipun sudah dibantu dengan pemanasan.
    2. Gerakan konrotasi (conrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C berotasi dengan arah yang sama. Sedangkan gerakan disrotasi (disrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C dapat berotasi dengan arah yang berlainan.
    3. Agar suatu pergeseran sigmatropik [1,3] yang terizinkan simetri berlangsung, gugus berpindah (dalam hal ini H*) harus bergeser dengan proses antarafasial (antara facial process)—yakni, gugus itu harus berpindah ke muka bersebrangan dari sistem orbital. Sementara terizinkan simetri, suatu penataan ulang sigmatropik antarfasial [1,3] dari H tidak disukai secara geometris sehingga pergeseran sigmatropik antarfasial [1,3] tidak mudah terjadi.

    BalasHapus
  3. 1. Reaksi Diels-Alder hanya dapat berlangsung jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-cis. Reaksi ini melibatkan pemutusan satu ikatan π dari diena dan juga satu ikatan ikatan π dienofil. jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-trans, Ikatan tunggal C-C pada diena s-trans dapat mengalami rotasi dengan bantuan pemanasan, sehingga bentuk konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Namun, Tidak semua diena terkonjugasi dengan konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Pada sikloalkadiena s-trans dengan salah satu ikatan π berada pada suatu cincin, sedangkan satu ikatan π yang lain berada di luar cincin, rotasi ikatan tidak dapat terjadi, sehinga reaksi Diels Alder tidak dapat berlangsung meskipun sudah dibantu dengan pemanasan.
    2. Gerakan konrotasi (conrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C berotasi dengan arah yang sama. Sedangkan gerakan disrotasi (disrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C dapat berotasi dengan arah yang berlainan.
    3. Agar suatu pergeseran sigmatropik [1,3] yang terizinkan simetri berlangsung, gugus berpindah (dalam hal ini H*) harus bergeser dengan proses antarafasial (antara facial process)—yakni, gugus itu harus berpindah ke muka bersebrangan dari sistem orbital. Sementara terizinkan simetri, suatu penataan ulang sigmatropik antarfasial [1,3] dari H tidak disukai secara geometris sehingga pergeseran sigmatropik antarfasial [1,3] tidak mudah terjadi.

    BalasHapus
  4. 1. Reaksi Diels-Alder hanya dapat berlangsung jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-cis. Reaksi ini melibatkan pemutusan satu ikatan π dari diena dan juga satu ikatan ikatan π dienofil. jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-trans, Ikatan tunggal C-C pada diena s-trans dapat mengalami rotasi dengan bantuan pemanasan, sehingga bentuk konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Namun, Tidak semua diena terkonjugasi dengan konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Pada sikloalkadiena s-trans dengan salah satu ikatan π berada pada suatu cincin, sedangkan satu ikatan π yang lain berada di luar cincin, rotasi ikatan tidak dapat terjadi, sehinga reaksi Diels Alder tidak dapat berlangsung meskipun sudah dibantu dengan pemanasan.
    2. Gerakan konrotasi (conrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C berotasi dengan arah yang sama. Sedangkan gerakan disrotasi (disrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C dapat berotasi dengan arah yang berlainan.
    3. Agar suatu pergeseran sigmatropik [1,3] yang terizinkan simetri berlangsung, gugus berpindah (dalam hal ini H*) harus bergeser dengan proses antarafasial (antara facial process)—yakni, gugus itu harus berpindah ke muka bersebrangan dari sistem orbital. Sementara terizinkan simetri, suatu penataan ulang sigmatropik antarfasial [1,3] dari H tidak disukai secara geometris sehingga pergeseran sigmatropik antarfasial [1,3] tidak mudah terjadi.

    BalasHapus
  5. Reaksi Diels-Alder hanya dapat berlangsung jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-cis. Reaksi ini melibatkan pemutusan satu ikatan π dari diena dan juga satu ikatan ikatan π dienofil. jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-trans, Ikatan tunggal C-C pada diena s-trans dapat mengalami rotasi dengan bantuan pemanasan, sehingga bentuk konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Namun, Tidak semua diena terkonjugasi dengan konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Pada sikloalkadiena s-trans dengan salah satu ikatan π berada pada suatu cincin, sedangkan satu ikatan π yang lain berada di luar cincin, rotasi ikatan tidak dapat terjadi, sehinga reaksi Diels Alder tidak dapat berlangsung meskipun sudah dibantu dengan pemanasan.
    2. Gerakan konrotasi (conrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C berotasi dengan arah yang sama. Sedangkan gerakan disrotasi (disrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C dapat berotasi dengan arah yang berlainan.
    3. Agar suatu pergeseran sigmatropik [1,3] yang terizinkan simetri berlangsung, gugus berpindah (dalam hal ini H*) harus bergeser dengan proses antarafasial (antara facial process)—yakni, gugus itu harus berpindah ke muka bersebrangan dari sistem orbital. Sementara terizinkan simetri, suatu penataan ulang sigmatropik antarfasial [1,3] dari H tidak disukai secara geometris sehingga pergeseran sigmatropik antarfasial [1,3] tidak mudah terjadi.

    BalasHapus
  6. 1. Reaksi Diels-Alder hanya dapat berlangsung jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-cis. Reaksi ini melibatkan pemutusan satu ikatan π dari diena dan juga satu ikatan ikatan π dienofil. jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-trans, Ikatan tunggal C-C pada diena s-trans dapat mengalami rotasi dengan bantuan pemanasan, sehingga bentuk konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Namun, Tidak semua diena terkonjugasi dengan konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Pada sikloalkadiena s-trans dengan salah satu ikatan π berada pada suatu cincin, sedangkan satu ikatan π yang lain berada di luar cincin, rotasi ikatan tidak dapat terjadi, sehinga reaksi Diels Alder tidak dapat berlangsung meskipun sudah dibantu dengan pemanasan.
    2. Gerakan konrotasi (conrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C berotasi dengan arah yang sama. Sedangkan gerakan disrotasi (disrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C dapat berotasi dengan arah yang berlainan.
    3. Agar suatu pergeseran sigmatropik [1,3] yang terizinkan simetri berlangsung, gugus berpindah (dalam hal ini H*) harus bergeser dengan proses antarafasial (antara facial process)—yakni, gugus itu harus berpindah ke muka bersebrangan dari sistem orbital. Sementara terizinkan simetri, suatu penataan ulang sigmatropik antarfasial [1,3] dari H tidak disukai secara geometris sehingga pergeseran sigmatropik antarfasial [1,3] tidak mudah terjadi.

    BalasHapus
  7. Gomawo Lusi
    Jawaban no. 1 yaitu reaksi Diels-Alder hanya dapat berlangsung jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-cis. Reaksi ini melibatkan pemutusan satu ikatan π dari diena dan juga satu ikatan ikatan π dienofil. jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-trans, Ikatan tunggal C-C pada diena s-trans dapat mengalami rotasi dengan bantuan pemanasan, sehingga bentuk konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Namun, Tidak semua diena terkonjugasi dengan konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Pada sikloalkadiena s-trans dengan salah satu ikatan π berada pada suatu cincin, sedangkan satu ikatan π yang lain berada di luar cincin, rotasi ikatan tidak dapat terjadi, sehinga reaksi Diels Alder tidak dapat berlangsung meskipun sudah dibantu dengan pemanasan.

    BalasHapus
  8. Jawaban no. 1 yaitu reaksi Diels-Alder hanya dapat berlangsung jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-cis. Reaksi ini melibatkan pemutusan satu ikatan π dari diena dan juga satu ikatan ikatan π dienofil. jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-trans, Ikatan tunggal C-C pada diena s-trans dapat mengalami rotasi dengan bantuan pemanasan, sehingga bentuk konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Namun, Tidak semua diena terkonjugasi dengan konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Pada sikloalkadiena s-trans dengan salah satu ikatan π berada pada suatu cincin, sedangkan satu ikatan π yang lain berada di luar cincin, rotasi ikatan tidak dapat terjadi, sehinga reaksi Diels Alder tidak dapat berlangsung meskipun sudah dibantu dengan pemanasan.

    BalasHapus
  9. 3. Agar suatu pergeseran sigmatropik [1,3] yang terizinkan simetri berlangsung, gugus berpindah (dalam hal ini H*) harus bergeser dengan proses antarafasial (antara facial process)—yakni, gugus itu harus berpindah ke muka bersebrangan dari sistem orbital. Sementara terizinkan simetri, suatu penataan ulang sigmatropik antarfasial [1,3] dari H tidak disukai secara geometris sehingga pergeseran sigmatropik antarfasial [1,3] tidak mudah terjadi.

    BalasHapus
  10. Jawaban no. 1 yaitu reaksi Diels-Alder hanya dapat berlangsung jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-cis. Reaksi ini melibatkan pemutusan satu ikatan π dari diena dan juga satu ikatan ikatan π dienofil. jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-trans, Ikatan tunggal C-C pada diena s-trans dapat mengalami rotasi dengan bantuan pemanasan, sehingga bentuk konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Namun, Tidak semua diena terkonjugasi dengan konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Pada sikloalkadiena s-trans dengan salah satu ikatan π berada pada suatu cincin, sedangkan satu ikatan π yang lain berada di luar cincin, rotasi ikatan tidak dapat terjadi, sehinga reaksi Diels Alder tidak dapat berlangsung meskipun sudah dibantu dengan pemanasan.

    BalasHapus
  11. Makasih cikmini, saya akan menjawab persoalan nomor 1. Reaksi Diels-Alder hanya dapat berlangsung jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-cis. Reaksi ini melibatkan pemutusan satu ikatan π dari diena dan juga satu ikatan ikatan π dienofil. jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-trans, Ikatan tunggal C-C pada diena s-trans dapat mengalami rotasi dengan bantuan pemanasan, sehingga bentuk konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Namun, Tidak semua diena terkonjugasi dengan konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Pada sikloalkadiena s-trans dengan salah satu ikatan π berada pada suatu cincin, sedangkan satu ikatan π yang lain berada di luar cincin, rotasi ikatan tidak dapat terjadi, sehinga reaksi Diels Alder tidak dapat berlangsung meskipun sudah dibantu dengan pemanasan.

    BalasHapus
  12. Terimakasih lusi
    1. Reaksi Diels-Alder hanya dapat berlangsung jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-cis. Reaksi ini melibatkan pemutusan satu ikatan π dari diena dan juga satu ikatan ikatan π dienofil. jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-trans, Ikatan tunggal C-C pada diena s-trans dapat mengalami rotasi dengan bantuan pemanasan, sehingga bentuk konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Namun, Tidak semua diena terkonjugasi dengan konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Pada sikloalkadiena s-trans dengan salah satu ikatan π berada pada suatu cincin, sedangkan satu ikatan π yang lain berada di luar cincin, rotasi ikatan tidak dapat terjadi, sehinga reaksi Diels Alder tidak dapat berlangsung meskipun sudah dibantu dengan pemanasan

    BalasHapus
  13. Haiii lus thankyou
    Mau jawab no 2. Gerakan konrotasi (conrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C berotasi dengan arah yang sama. Sedangkan gerakan disrotasi (disrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C dapat berotasi dengan arah yang berlainan.

    BalasHapus
  14. 3. Agar suatu pergeseran sigmatropik [1,3] yang terizinkan simetri berlangsung, gugus berpindah (dalam hal ini H*) harus bergeser dengan proses antarafasial (antara facial process)—yakni, gugus itu harus berpindah ke muka bersebrangan dari sistem orbital. Sementara terizinkan simetri, suatu penataan ulang sigmatropik antarfasial [1,3] dari H tidak disukai secara geometris sehingga pergeseran sigmatropik antarfasial [1,3] tidak mudah terjadi.

    BalasHapus
  15. 1. Reaksi Diels-Alder hanya dapat berlangsung jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-cis. Reaksi ini melibatkan pemutusan satu ikatan π dari diena dan juga satu ikatan ikatan π dienofil. jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-trans, Ikatan tunggal C-C pada diena s-trans dapat mengalami rotasi dengan bantuan pemanasan, sehingga bentuk konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Namun, Tidak semua diena terkonjugasi dengan konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Pada sikloalkadiena s-trans dengan salah satu ikatan π berada pada suatu cincin, sedangkan satu ikatan π yang lain berada di luar cincin, rotasi ikatan tidak dapat terjadi, sehinga reaksi Diels Alder tidak dapat berlangsung meskipun sudah dibantu dengan pemanasan.
    2. Gerakan konrotasi (conrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C berotasi dengan arah yang sama. Sedangkan gerakan disrotasi (disrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C dapat berotasi dengan arah yang berlainan.
    3. Agar suatu pergeseran sigmatropik [1,3] yang terizinkan simetri berlangsung, gugus berpindah (dalam hal ini H*) harus bergeser dengan proses antarafasial (antara facial process)—yakni, gugus itu harus berpindah ke muka bersebrangan dari sistem orbital. Sementara terizinkan simetri, suatu penataan ulang sigmatropik antarfasial [1,3] dari H tidak disukai secara geometris sehingga pergeseran sigmatropik antarfasial [1,3] tidak mudah terjadi.

    BalasHapus
  16. 3. Agar suatu pergeseran sigmatropik [1,3] yang terizinkan simetri berlangsung, gugus berpindah (dalam hal ini H*) harus bergeser dengan proses antarafasial (antara facial process)—yakni, gugus itu harus berpindah ke muka bersebrangan dari sistem orbital. Sementara terizinkan simetri, suatu penataan ulang sigmatropik antarfasial [1,3] dari H tidak disukai secara geometris sehingga pergeseran sigmatropik antarfasial [1,3] tidak mudah terjadi.

    BalasHapus
  17. 1. Reaksi Diels-Alder hanya dapat berlangsung jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-cis. Reaksi ini melibatkan pemutusan satu ikatan π dari diena dan juga satu ikatan ikatan π dienofil. jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-trans, Ikatan tunggal C-C pada diena s-trans dapat mengalami rotasi dengan bantuan pemanasan, sehingga bentuk konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Namun, Tidak semua diena terkonjugasi dengan konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Pada sikloalkadiena s-trans dengan salah satu ikatan π berada pada suatu cincin, sedangkan satu ikatan π yang lain berada di luar cincin, rotasi ikatan tidak dapat terjadi, sehinga reaksi Diels Alder tidak dapat berlangsung meskipun sudah dibantu dengan pemanasan.
    2. Gerakan konrotasi (conrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C berotasi dengan arah yang sama. Sedangkan gerakan disrotasi (disrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C dapat berotasi dengan arah yang berlainan.
    3. Agar suatu pergeseran sigmatropik [1,3] yang terizinkan simetri berlangsung, gugus berpindah (dalam hal ini H*) harus bergeser dengan proses antarafasial (antara facial process)—yakni, gugus itu harus berpindah ke muka bersebrangan dari sistem orbital. Sementara terizinkan simetri, suatu penataan ulang sigmatropik antarfasial [1,3] dari H tidak disukai secara geometris sehingga pergeseran sigmatropik antarfasial [1,3] tidak mudah terjadi.

    BalasHapus
  18. Mksih uci
    Jawaban no 2. Gerakan konrotasi (conrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C berotasi dengan arah yang sama. Sedangkan gerakan disrotasi (disrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C dapat berotasi dengan arah yang berlainan.

    BalasHapus
  19. Annyeong luss, bantu jawab no 3 yaa : Agar suatu pergeseran sigmatropik [1,3] yang terizinkan simetri berlangsung, gugus berpindah (dalam hal ini H*) harus bergeser dengan proses antarafasial (antara facial process)—yakni, gugus itu harus berpindah ke muka bersebrangan dari sistem orbital. Sementara terizinkan simetri, suatu penataan ulang sigmatropik antarfasial [1,3] dari H tidak disukai secara geometris sehingga pergeseran sigmatropik antarfasial [1,3] tidak mudah terjadi.

    BalasHapus
  20. 1. Reaksi Diels-Alder hanya dapat berlangsung jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-cis. Reaksi ini melibatkan pemutusan satu ikatan π dari diena dan juga satu ikatan ikatan π dienofil. jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-trans, Ikatan tunggal C-C pada diena s-trans dapat mengalami rotasi dengan bantuan pemanasan, sehingga bentuk konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Namun, Tidak semua diena terkonjugasi dengan konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Pada sikloalkadiena s-trans dengan salah satu ikatan π berada pada suatu cincin, sedangkan satu ikatan π yang lain berada di luar cincin, rotasi ikatan tidak dapat terjadi, sehinga reaksi Diels Alder tidak dapat berlangsung meskipun sudah dibantu dengan pemanasan.
    2. Gerakan konrotasi (conrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C berotasi dengan arah yang sama. Sedangkan gerakan disrotasi (disrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C dapat berotasi dengan arah yang berlainan.
    3. Agar suatu pergeseran sigmatropik [1,3] yang terizinkan simetri berlangsung, gugus berpindah (dalam hal ini H*) harus bergeser dengan proses antarafasial (antara facial process)—yakni, gugus itu harus berpindah ke muka bersebrangan dari sistem orbital. Sementara terizinkan simetri, suatu penataan ulang sigmatropik antarfasial [1,3] dari H tidak disukai secara geometris sehingga pergeseran sigmatropik antarfasial [1,3] tidak mudah terjadi.

    BalasHapus
  21. Jawaban no. 1 yaitu reaksi Diels-Alder hanya dapat berlangsung jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-cis. Reaksi ini melibatkan pemutusan satu ikatan π dari diena dan juga satu ikatan ikatan π dienofil. jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-trans, Ikatan tunggal C-C pada diena s-trans dapat mengalami rotasi dengan bantuan pemanasan, sehingga bentuk konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Namun, Tidak semua diena terkonjugasi dengan konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Pada sikloalkadiena s-trans dengan salah satu ikatan π berada pada suatu cincin, sedangkan satu ikatan π yang lain berada di luar cincin, rotasi ikatan tidak dapat terjadi, sehinga reaksi Diels Alder tidak dapat berlangsung meskipun sudah dibantu dengan pemanasan.

    BalasHapus
  22. thankyou lusiii, no. 1 yaitu reaksi Diels-Alder hanya dapat berlangsung jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-cis. Reaksi ini melibatkan pemutusan satu ikatan π dari diena dan juga satu ikatan ikatan π dienofil. jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-trans, Ikatan tunggal C-C pada diena s-trans dapat mengalami rotasi dengan bantuan pemanasan, sehingga bentuk konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Namun, Tidak semua diena terkonjugasi dengan konformasi s-trans dapat berubah menjadi s-cis. Pada sikloalkadiena s-trans dengan salah satu ikatan π berada pada suatu cincin, sedangkan satu ikatan π yang lain berada di luar cincin, rotasi ikatan tidak dapat terjadi, sehinga reaksi Diels Alder tidak dapat berlangsung meskipun sudah dibantu dengan pemanasan.

    BalasHapus
  23. 2. Gerakan konrotasi (conrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C berotasi dengan arah yang sama. Sedangkan gerakan disrotasi (disrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C dapat berotasi dengan arah yang berlainan.

    BalasHapus
  24. Halo lusi, menurut saya jawaban no 2 Gerakan konrotasi (conrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C berotasi dengan arah yang sama. Sedangkan gerakan disrotasi (disrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C dapat berotasi dengan arah yang berlainan.

    BalasHapus
  25. Untuk jawaban no 2 Gerakan konrotasi (conrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C berotasi dengan arah yang sama. Sedangkan gerakan disrotasi (disrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C dapat berotasi dengan arah yang berlainan.

    BalasHapus
  26. terimakasih atas materinya,
    no.2. Gerakan konrotasi (conrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C berotasi dengan arah yang sama. Sedangkan gerakan disrotasi (disrotatory motion) terjadi saat kedua ikatan sigma C-C dapat berotasi dengan arah yang berlainan.

    BalasHapus
  27. Haii lusi
    1. Reaksi Diels-Alder hanya dapat berlangsung jika diena terkonjugasi berada dalam bentuk konformasi s-cis. Reaksi ini melibatkan pemutusan satu ikatan π dari diena dan juga satu ikatan ikatan π dienofil.

    BalasHapus

SIKLOADISI

Reaksi Sikloadisi adalah reaksi dimana dua molekul takjenuh menjalani suatu reaksi adisi untuk menghasilkan produk siklik. Sikloadisi ...